Setu Bekasi
Cirebon
Sepatan
Artikel
Apa yang Dimaksud dengan Stroke? Begini Penjelasannya
05 Aug 2021
SELAMAT pagi, apa kabar hari ini? Mudah-mudahan semuanya dalam kondisi sehat. Ya. Seperti biasa, saatnya RS Sumber Waras memberikan informasi seputar kesehatan. Kali ini fisioterapis RS Sumber Waras, Fachrian Akbar, A.Md.Fis akan berbagi informasi seputar ‘apa yang dimaksud dengan stroke?. Mudah-mudahan informasi ini dapat menambah luas wawasan kita tentang dunia kesehatan.
Mendengar penyakit stroke, tentu dalam benak kita yang terbayang adalah orangtua dengan wajah perot, mulut mengeluarkan liur, dan badan yang lumpuh, baik dalam bentuk kelumpuhan kaku atau lunglai tidak bisa digerakkan.
Pengertian stroke adalah kerusakan jaringan otak yang disebabkan berkurang atau terhentinya suplai darah secara tiba-tiba (Depkes RI, 1996). Stroke juga bisa diartikan sebagai gejala–gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh lainnya (M. Adib, 2009). WHO (World Health Organitations) mendefinisikan stroke adalah gejala-gejala defisit fungsi susunan saraf yang diakibatkan oleh penyakit pembuluh darah otak dan bukan oleh yang lain dari itu.
Penyakit stroke merupakan salah satu penyakit yang mengerikan dan menjadi penyebab kematian nomor tiga di Indonesia setelah penyakit jantung, tekanan darah tinggi, dan kanker. Serangan stroke selalu datang mendadak tanpa tanda-tanda pasti. Stroke adalah penyakit serebrovaskuler (pembuluh darah otak) yang ditandai dengan kematian jaringan otak (infark serebral) yang terjadi, karena berkurangnya aliran darah dan oksigen ke otak akibat adanya sumbatan, penyempitan atau pecahnya pembuluh darah.
Dengan kata lain, ‘menurut cara terjadinya, ada dua macam stroke, yakni stroke hemoragik dan stroke iskemik’ (Misbach dalam M. Adib, 2009). Stroke iskemik meliputi kurang lebih 88% dari semua stroke. Stroke jenis ini terjadi ketika aliran darah ke otak secara tiba-tiba terhambat. Hambatan mendadak ini mengakibatkan sel-sel dan jaringan otak mati, karena tidak lagi menerima oksigen, bahkan makanan dari darah (Misbach dalam M. Adib, 2009).
Stroke hemoragik terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah. Pecahnya pembuluh darah mengakibatkan darah mengalir ke rongga sekitar jaringan otak. Karena tidak menerima oksigen dan bahan makanan dari darah, sel-sel dan jaringan otak pun akan mati. “Kematian jaringan otak akan terjadi dalam waktu 4 sampai 10 menit setelah penyediaan darah terhenti” (Prof. Dr. Jusuf Misbach, SpS (K) dalam M. Adib, 2009).
Stroke adalah penyakit yang disebabkan oleh banyak faktor atau sering disebut multifaktor. Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian stroke dibagi menjadi dua, yaitu faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi (non-modifiable risk factors) dan faktor risiko yang dapat dimodifikasi (modifiable risk factors).
Faktor risiko yang tidak dapat dimodifikasi seperti usia, ras, gender,genetik, dan riwayat keluarga yang menderita stroke.
Sementara faktor risiko yang dapat dimodifikasi berupa hipertensi, kebiasaan merokok, penyakit jantung, diabetes melitus, obesitas, kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol, dan dislipidemia (Nastiti, 2012).
Tips Mengenali Gejal Stroke, Ingat Slogan SEGERA KE RS
- SEnyum tidak simetris (mencong ke satu sisi ) tersedak, sulit menelan air minum secara tiba-
- GErak separuh anggota tubuh melemah tiba-
- BicaRA pelo atau tiba-tiba tidak dapat bicara atau tidak mengerti kata-kata dan bicara tidak nyambung.
- KEbas atau baal atau kesemutan seluruh tubuh.
- Rabun, pandangan satu mata kabur terjadi tiba-tiba.
- Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba dan tidak pernah dirasakan sebelumnya, gangguan fungsi keseimbangan seperti terasa berputar, gerakan sulit dikoordinasi.
5 Cara Mencegah Stroke Selain Berhenti Merokok
- Jaga tekanan darah
Tekanan darah tinggi adalah faktor besar dari stroke. Hal ini akan menggandakan, bahkan melipat-gandakan risiko stroke Anda jika tidak dikendalikan. "Tekanan darah tinggi merupakan penyumbang terbesar risiko stroke pada pria dan wanita," kata Dr. Natalia Rost, profesor neurologi dari Harvard Medical School.
Pertahankan tekanan darah kurang dari 135/85. Tapi, bagi sebagian orang, angka 140/90 juga sudah cukup baik. Kurangi pemakaian garam tidak lebih dari setengah sendok teh per hari, hindari junkfood, olahraga, serta berhenti merokok adalah cara terbaik untuk mendapatkannya.
- Peroleh berat badan ideal
Obesitas serta komplikasi yang terkait dengannya, termasuk tekanan darah tinggi dan diabetes, menimbulkan kemungkinan terkena stroke. Jika Anda kelebihan berat badan, penurunan massa kecil pun bisa memberikan dampak pada risiko stroke.
Cobalah untuk menyesuaikan jumlah kalori yang diasup dan dikeluarkan sesuai pada level aktivitas. Tingkatkan jumlah olahraga yang Anda lakukan dengan aktivitas seperti berjalan kaki, bermain golf atau bermain tenis sebagai rutinitas sehari-hari.
- Berolahraga lebih banyak
Olahraga berkontribusi untuk menurunkan berat badan dan menurunkan tekanan darah. Namun, secara langsung memang dapat menurunkan risiko terkena stroke. Berolahraga dengan intensitas sedang setidaknya lima hari dalam seminggu.
Berjalan-jalanlah di sekitar lingkungan Anda setiap pagi setelah sarapan pagi. Jika menyukai kegiatan bersama-sama, pergi ke tempat kebugaran bersama dengan teman-teman juga bisa jadi pilihan. Jika Anda tidak memiliki 30 menit berturut-turut untuk berolahraga, bagi menjadi 10 sampai 15 menit beberapa kali setiap harinya.
- Batasi minuman beralkohol
Minum sedikit alkohol bisa menurunkan risiko stroke. "Studi menunjukkan bahwa jika Anda hanya minum sekitar satu gelas per hari, risikonya mungkin lebih rendah. Begitu Anda mulai minum lebih dari dua gelas per hari, risikonya naik sangat tajam," " kata Dr. Rost.
Untuk itu, berhenti minum minuman beralkohol atau hanya minum secukupnya (tidak lebih dari satu gelas alkohol sehari). Selain itu, perhatikan ukuran porsi Anda dengan takaran kurang lebih 5 ons untuk anggur, 12 ons untuk bir, atau 1,5 ons untuk liquor.
- Mengobati fibrilasi atrium
Fibrilasi atrium adalah bentuk detak jantung tidak teratur yang menyebabkan gumpalan terbentuk di jantung. Gumpalan itu kemudian bisa berjalan ke otak, menghasilkan stroke. "Fibrilasi atrial membawa hampir lima kali risiko stroke dan harus ditangani dengan serius," jelas Dr. Rost.
Apabila Anda memiliki gejala seperti jantung berdebar-debar, irama jantung tidak teratur atau sesak napas, temui dokter Anda untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Salam semakin sehat dari kami keluarga besar RS Sumber Waras Cirebon.

ENG